Aturan dan Kebiasaan Saat mandi dan menggunakan Sungai Pada Masyarakat Dayak

Pada masyarakat dayak khususnya dayak kanayatn di Kalimantan Barat, sungai menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Karena berbagai aktivitas masyarakat dilakukan di sungai. Kegiatan tersebut meliputi mandi, mencuci pakaian maupun perabotan rumah tangga, dan sebagai sumber air minum bagi masyarakat.
Namun tahukan kalian ada berbagai aturan atau kebiasaan yang biasanya melekat pada masyarakat dayak saat menggunakan sungai sebagai sumber kehidupan mereka. Peraturan tersebut adalah

  1. Orang yang lebih tua menjadi prioritas
    Sebagai orang tua dengan berbagai kesibukannya mulai dari pagi sampai malam hari, wajar saja jika orang yang lebih tua diprioritaskan saat mandi atau menggunakan sungai. Biasanya setelah pulang dari ladang atau pekerjaan lain di sore hari sungai dipenuhi oleh orang tua. Anak-anak akan mandi sebelum orang tua mereka datang dari pekerjaaan mereka.
  2. Hulu sungai sebagai tempat pengambilan sumber air minum
    Hal ini wajar saja karena hulu sungai biasanya tempat yang bersih. Biasanya masyarakat dayak akan membawa ember atau wadah lain untuk menyimpan air saat mereka mandi. Anak-anak sangat dilarang bermain di hulu sungai saat suasana sungai sedang ramai, karena bisa-bisa sungai menjadi keruh.
  3. Sungai dijadikan sebagai tempat untuk bertemu
    Dalam satu kampung terdapat satu atau dua sungai yang digunakan masyarakat. Saat pagi dan sore hari sungai ramai digunakan masyarakat untuk mencuci maupun mandi, saat itulah kesempatan bagi mereka untuk bercengkerama dan berbagi pengalaman satu dengan yang lain.
  4. Dilarang membuang ingus saat mandi
    Ini hal yang sangat jorok jika dilakukan saat semua orang sedang mandi. Oleh karena itu saat akan membuang ingus biasanya anak-anak atau orang tua akan membuang ingus mereka di tepi sungai (tabitn).
  5. Hilir sungai dipakai untuk merendam hasil panen
    Selain padi, masyarakat dayak sangat mengandalkan hasil panen dari kebun mereka untuk hidup. Contohnya adalah lada, sejak jaman dulu lada menjadi tanaman yang wajib diusahakan setelah pohon karet. Saat panen lada tiba, tidak jarang kita menemukan karung berisi biji lada yang direndam di hilir sungai. Hal ini dilakukan untuk mengupas atau menyiangi kulit lada. Biasanya karung-karung lada tersebut akan direndam selama seminggu.

Komentar